Ambisi Ghana kembali melaju ke partai puncak untuk kedua kali secara beruntun akhirnya harus kandas. Secara mengejutkan, salah satu favorit juara Piala Afrika 2012 ini dipaksa kandas oleh kuda hitam, Zambia dengan skor tipis 0-1 di Estadio de Bata, (8/2).
Dengan kekalahan ini, berarti Ghana tak mampu membayar kegagalan pada dua tahun lalu, kala dipaksa kalah dari Mesir di partai puncak. Sementara bagi Zambia, keberhasilan melangkah ke final mengulangi prestasi terbaik yang sempat ditorehkan pada 1994 silam.
Saat itu, Zambia berhasil melaju ke final pada ajang yang digelar di Tunisia, sebelum dibekuk Nigeria dengan skor 2-1 di partai puncak. Kali ini, Zambia tak hanya menyamai pencapaian tersbeut, bahkan berpeluang melampauinya jika mampu keluar sebagai juara.
Padahal, sejak awal turnamen, Zambia bukan tim yang difavoritkan menjadi juara. Namun, dengan kepercayaandiri tinggi mereka mampu melangkah mulus hingga babak semifinal. Termasuk menyingkirkan Senegal dan Sudan.
Pada laga semifinal mereka pun lebih sering mendapat tekanan dari Ghana. Bahkan, andai eksekusi penalti striker Ghana, Asamoah Gyan tidak ditepis kiper Kennedy Mweene pada menit ke-8, bisa saja Zambia harus angkat koper.
Sepanjang pertandingan Zambia pun terus mendapat tekanan. Ghana yang tampil diperkuat bintang-bintang Eropa semacam Andre Ayew dan saudaranya Jordan Ayew terus mendominasi permainan sepanjang laga.
Namun, dewi fortuna agaknya lebih berpihak kepada Zambia. Melalui serangan balik cepat tendangan terarah Emmanuel Mayuku pada menit ke-78 berhasil memaksa gawang Adambathia Kwarasey jebol. Ghana pun semakin tertekan dengan gol tersebut.
Pada menit ke-83, keterpurukan Ghana kian bertambah setelah Derek Boateng diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-83. Alhasil, Ghana pun gagal mencetak gol balasan, dan terpaksa menjadi saksi pesta Zambia pada pengujung laga.
Pada laga final yang akan digelar di Stade d'Angondjé, (12/2) mendatang, Zambia tinggal menunggu pemenang antara Pantai Gading melawan Mali.
0 komentar:
Posting Komentar