
Skuad
PSMS Medan takluk dari PSAP dengan skor 1-2 di Stadion Kuta Asan,
Sigli, Sabtu (11/2). Kekalahan Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan, urung
bisa menampik dugaan bahwa pertandingan ini memang diset untuk
dimenangkan PSAP.
Seperti
kabar yang beredar sebelum pertandingan ini, PSMS diprediksi pasti
kalah dari PSAP. Ini diduga merupakan skenario kedua kubu untuk menang
di home masing-masing. Putaran kedua nanti, PSAP juga akan kalah dari
PSMS Medan di Stadion Teladan.
Asisten
Pelatih PSMS, Roekinoy menyebutkan, skuadnya kehilangan konsentrasi
saat unggul satu gol pada menit 60, kemudian dibalas lima menit
berikutnya. “Kami akuinya sejak menit 60 hingga pertandingan usai
permainan tidak lagi penuh konsentrasi. Dan, sangat terlihat setelah
PSAP bisa menyamakan kedudukan,” ujarnya.
Dalam
laga ini, meski striker PSMS, Osas Saha mencetak gol, sejatinya dia
memiliki dua peluang emas lainnya, saat sudah berhadapan dengan kiper
PSAP, namun gagal berbuah gol. “Beberapa peluang Saha yang gagal juga
ikut menurunkan konsentrasi. Tapi, seluruh pertandingan berjalan baik
dan kedua tim bermain fight,” ungkapnya.
Roekinoy
membantah soal kekalahan karena kesepakatan kedua tim. “Tidak ada
seperti itu, kami bermain fight. Begitu juga tuan rumah. Hasil hari ini
merupakan hasil murni perjuangan kedua tim di lapangan,” tukasnya.
Sasa
Secevic menambahkan, PSAP sebenarnya bukan terlalu kuat untuk
dikalahkan. Namun, tim tuan rumah berhasil mencetak gol dari counter
attack. “Sedih kami kalah di Sigli. Kami memang lengah di babak kedua.
Pertandingannya tidak sulit hari ini, tapi tuan rumah berhasil mencetak
dari serangan balik,” tambahnya.
Sasa
menyebutkan, soal isu main mata yang disebut-sebut terjadi di partai
itu ditampiknya. Sebagai pemain baru musim ini, dia menegaskan hal itu
tak terjadi. “Saya tidak tahu soal itu (main mata). Saya seorang back,
kalau memang ada yang seperti tiu, saya pasti tahu. Saya bisa katakan
100 persen itu tidak ada,” ungkapnya.
“Seluruh
pemain sudah memberikan yang terbaik. Kami berharap bisa menang di dua
home lagi setelah ini,” lanjut bek eks Persiwa itu.
Sementara
itu, asisten pelatih PSAP Nofiar Rusli, cukup bersyukur atas hasil
yang diperoleh. Dia menyebut, kemenangan timnya, karena babak kedua
bisa bangkiy. “Babak pertama seperti terbebani kami mainnya. Tapi babak
kedua sudah lepas dan berani tampil membuka serangan seluruh pemain,”
jelasnya.
0 komentar:
Posting Komentar