Pertandingan kandang Persija Jakarta menjamu Persipura Jayapura di
lanjutan Indonesia Super League (ISL) PT Liga Indonesia (PT LI), di
Stadion Mandala Krida, DI Yogyakarta, Selasa (07/2), disertai keributan
antara pendukung kedua tim.
Sebanyak 11 Jakmania mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan serius di Rumah Sakit Lempuyangan.
"Sebelas
anggota kami yang terluka, masih berada di ruang medis untuk perawatan
intensif lantaran terkena lemparan batu dan pecahan kaca serta hantaman
benda tumpul, yang menyebabkan mengeluarkan darah yang banyak. Banyak
pula yang masih sadar, namun lainnya sempat pingsan saat di bawa dari
stadion hingga RS Lempuyangan," terang Sekjen Jakmania, Richard Achmad Supriyanto.
"Yang
menderita luka ringan juga lebih banyak lagi. Beruntung, mereka segera
dievakuasi ke Sekretariat Slemania untuk mendapatkan pengobatan
seadanya," sambungnya.
Richard melukiskan, kejadian tersebut
lantaran lemahnya keamanan yang diterapkan Panpel pertandingan Persija
versus Persipura. Panpel dinilai tidak sigap dan bekerja di bawah
standar keamanan yang seharusnya diterapkan.
"Keamanan di dalam
dan di luar lapangan sangat longgar. Sehingga, pihak keamanan sekaligus
Panpel, seakan justru membiarkan kejadian itu berlangsung menimpa kami,"
tukasnya.
Tidak cukup sampai di situ saja, dilanjutkan Richard,
Jakmania mengutuk keras kejadian yang tidak menyenangkan dialami
pihaknya tersebut. Terlebih, PT LI selaku pelaksana ISL, dituntut ikut
bertanggungjawab.
"PT LI harus bertanggung jawab atas apa yang
sudah kami alami. Sebagai tim besar, Persija dibuat tidak bisa menjalani
laga kandang di Jakarta. Buntutnya, kami sebagai suporter, harus
mengikuti ke mana tim kebanggaan kami bertanding dengan keselamatan jiwa
yang selalu terancam. Pada pekan lalu, kontra Persiwa Wamena, tiga
orang Jakmania juga mengalami luka-luka berat," keluhnya.
Bentrokan
membawa luka tersebut, berawal ketika menjelang berakhirnya babak
pertama. Ketika itu, seorang yang semula duduk di Tribun Utara, melompat
pagar dan masuk ke lapangan lalu berlari ke arah Tribun Selatan yang
diisi pendukung Persija. Pria berkacamata tersebut kemudian berteriak
dan berjingkrak-jingkrak melecehkan Jakmania.
Alhasil, emosi
Jakmania terpancing lalu melakukan aksi lempar batu dan botol air
mineral dengan sasaran utama pria tersebut. Sejurus kemudian, sejumlah
pendukung Persipura lain yang ikut turun menuju tribun Persija, meluas
menjadi aksi saling lempar batu dan benda-benda yang ada disekitar
pendukung dari kedua tim.
Jakmania yang kalah jumlah, otomatis
terdesak lalu memutuskan untuk berlompatan turun ke lapangan ketika
sejumlah pendukung Persipura memasuki Tribun mereka. Bentrok tersebut
juga diikuti dengan saling bakar bendera kelompok pendukung dan
menyebabkan suasana pertandingan sempat diwarnai asap hitam yang
menyelimuti stadion.
Bentrokan Suporter, Jakmania Tuntut PT LI Tanggungjawab
Written By admin on Rabu, 08 Februari 2012 | 11.28
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar